Tidak Perlu Terlalu Dini untuk Mempelajari Kepemimpinan – Ketika mantan CEO Hubert Joly mengubah nasib buruk Best Buy pada tahun 2010-an, ia menggunakan metode yang dianggap tidak lazim pada saat itu: menempatkan kesejahteraan sebagai inti dari strategi perusahaan, berkonsultasi dengan para pekerja di garis depan, menawarkan mereka fasilitas finansial, menyediakan perawatan khusus untuk 100.000 karyawan (termasuk kesehatan mental atau perolehan keterampilan umum mereka). Pada dasarnya, Joly menempatkan tujuan yang bermakna di atas keuntungan dan pertumbuhan pemegang saham. Banyak dari taktik ini bermuara pada kemampuan non-kognitif yang meliputi kerja sama, motivasi, kreativitas, dan pertukaran antarpribadi.

Hasil di Best Buy sangat jelas dan mendapat pujian bulat. Joly pensiun dari jabatan kepala eksekutifnya pada tahun 2019 untuk berkonsentrasi pada karier akademis di Harvard Business School dan membiayai program kepemimpinan yang bertujuan di almamaternya, HEC Paris. www.benchwarmerscoffee.com
Mulailah Mempelajari Keterampilan Sosial di Sekolah Dasar
Ironisnya, keterampilan sosial dasar yang digunakan mantan CEO Prancis untuk membuka jalan menuju kesuksesannya jarang diperoleh sebelum memasuki pasar kerja. Keterampilan tersebut jarang diajarkan di lembaga akademis seperti sekolah bisnis – apalagi di sekolah dasar. Namun, tidak ada kata terlalu dini untuk mulai mengembangkan keterampilan non-kognitif ini, termasuk pada kelompok usia 7-9 tahun. Mohon bersabar.
Semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengintegrasikan keterampilan sosial ke dalam program sekolah untuk anak-anak dapat menjadi dasar bagi karier yang sukses sebagai manajer atau pemimpin. Keterampilan sosial sangat penting dalam mempersiapkan siswa muda untuk tujuan pribadi dan profesional mereka, menumbuhkan kewarganegaraan yang demokratis, dan tujuan non-akademis lainnya. Ini adalah kesimpulan dari eksperimen penelitian inovatif di Kanada yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade yang telah mengungkapkan betapa keterampilan non-kognitif ini mengubah hidup. Dimulai pada tahun 1980-an, enam peneliti di bidang psikologi, statistik, dan ekonomi (Elizabeth Beasley, Sylvana Cote, Jungwee Park, Richard Tremblay, dan saya sendiri, Yann Algan) mengikuti 250 anak laki-laki yang dipilih oleh guru mereka dari sekolah-sekolah di lingkungan terburuk di Montreal, Kanada.

Selama dua tahun, setengah dari anak-anak berusia 7-9 tahun ini menerima pelatihan mingguan dalam keterampilan sosial seperti pengendalian diri dan interaksi sosial. Sebanyak 125 anak lainnya hanya diamati dari kejauhan. Mereka terlihat diperlakukan seperti anak-anak yang mengganggu dan berisiko lainnya pada saat itu – misalnya, dihukum atau dipermalukan karena membuat masalah yang mungkin mereka sebabkan di kelas.
Eksperimen ini, yang disebut Studi Eksperimental Longitudinal Montreal (MLES) belum pernah terjadi sebelumnya: hingga saat ini, tidak ada penelitian yang mampu memisahkan pengaruh keterampilan sosial non-kognitif dari pengetahuan akademis kognitif. Sesi pelatihan membahas topik yang berbeda setiap minggu: misalnya cara mengajak seseorang bermain atau bereaksi terhadap ejekan. Peserta mendiskusikan pengambilan perspektif, mengembangkan rencana tindakan, perilaku yang dimodelkan, dan dilatih melalui skenario menggunakan latihan bermain peran. Mereka mempelajari nilai kerja sama daripada kompetisi dan dialog daripada kekerasan. Kedua kelompok tersebut kemudian dipantau selama beberapa dekade oleh tim psikolog yang dipimpin oleh Richard E. Tremblay, yang telah dianugerahi hadiah Nobel untuk karyanya tentang asal-usul perilaku kekerasan pada anak usia dini.
Manfaat Bagi Masyarakat Secara Keseluruhan
Hasil MLES tidak ambigu dan mengejutkan: program tersebut menurunkan dukungan sosial tahunan rata-rata hampir 40 persen. Program ini memangkas tingkat ketergantungan sosial dan kriminalitas hingga dua digit. Program ini meningkatkan hasil positif seperti pekerjaan, komposisi rumah tangga, keanggotaan kelompok, pengeluaran biaya kuliah, pendidikan, sumbangan amal – dan bahkan kemungkinan pernikahan!